Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Peristiwa

Pekerja Migran Tewas di Kamboja: Investigasi Kasus Dugaan TPPO

×

Pekerja Migran Tewas di Kamboja: Investigasi Kasus Dugaan TPPO

Sebarkan artikel ini
Pekerja Migran Tewas di Kamboja: Investigasi Kasus Dugaan TPPO
Pekerja Migran Tewas di Kamboja: Investigasi Kasus Dugaan TPPO (Foto: Ilustrasi)

Pada April 2025, dua pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Kamboja, Rizal Sampurna dan Iwan Sahab, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang mencurigakan. Kedua kasus ini diduga terkait dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang tengah diselidiki oleh pemerintah Indonesia dan pihak berwajib di Kamboja.

Kronologi Kematian Rizal Sampurna

Rizal Sampurna, warga Banyuwangi, Jawa Timur, berangkat ke Kamboja pada Oktober 2024 melalui Malaysia tanpa sepengetahuan keluarganya. Baru pada Januari 2025, Rizal menghubungi keluarganya dan memberitahu bahwa ia bekerja di Kamboja, namun ia tidak menyebutkan siapa yang memberangkatkannya.

Pada 13 Maret 2025, Rizal mengungkapkan kepada adik sepupunya bahwa ia terlibat dalam pekerjaan sebagai scammer di Kamboja. Dalam komunikasi tersebut, Rizal mengirimkan foto dirinya yang sedang bekerja dalam kondisi tangan diborgol, yang semakin memperkuat dugaan bahwa ia mungkin menjadi korban dari jaringan TPPO.

Kemudian, pada 6 April 2025, keluarga Rizal menerima kabar buruk bahwa ia telah meninggal dunia. Kabar ini datang dari seseorang bernama Ihwan yang mengaku sebagai pihak berwajib di Kamboja. Ketika keluarga meminta bukti lebih lanjut berupa dokumen dan foto jenazah, Ihwan menyatakan bahwa dokumen tersebut sudah berada di tangan kepolisian Kamboja. Tidak lama setelah itu, jenazah Rizal ditemukan dan disimpan di Yim Funeral Services, Phnom Penh, Kamboja.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa pihak kementerian telah berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh untuk menangani pemulangan jenazah Rizal. “Kementerian sudah menerima permohonan penanganan dan pemulangan jenazah Rizal Sampurna dari pihak keluarga yang langsung kami tindaklanjuti melalui surat resmi kepada perwakilan RI di Phnom Penh,” kata Karding.

Kematian Iwan Sahab dan Kesulitan dalam Penyidikan

Sementara itu, Iwan Sahab, seorang pekerja migran asal Bekasi, juga ditemukan meninggal di Kamboja pada 14 April 2025 setelah mengalami kecelakaan pada 4 April 2025. Iwan sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit di Kratie, Kamboja, namun pada 14 April 2025, ia dinyatakan meninggal akibat putusnya pembuluh darah di otak, yang diduga disebabkan oleh benturan keras di bagian kepala.

Informasi dari KBRI Phnom Penh menyebutkan bahwa pihak berwajib Kamboja kesulitan melacak perusahaan atau tempat Iwan bekerja, sehingga mereka tidak dapat meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait mengenai kematian Iwan. Hal ini semakin memperkeruh penyelidikan kasus ini, terutama karena belum ada kejelasan apakah Iwan juga menjadi korban TPPO atau terlibat dalam praktik ilegal lainnya.

Dugaan TPPO dan Tantangan Penanganan Kasus

Kedua kasus ini mencuatkan dugaan bahwa Rizal dan Iwan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dalam banyak kasus TPPO, pekerja migran Indonesia seringkali dijanjikan pekerjaan yang menggiurkan di luar negeri, hanya untuk kemudian dipaksa bekerja dalam kondisi buruk, atau bahkan terlibat dalam kegiatan ilegal seperti penipuan (scamming) atau perdagangan manusia.

Menteri Karding mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama





















banner
error:
Verified by MonsterInsights