
Kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, kembali melaksanakan rangkaian program pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) di Desa Tarikan. Salah satu agenda utama yang berlangsung adalah pengumpulan data skrining TB pada seluruh masyarakat Desa Tarikan yang tersebar di 12 RT, sebagai upaya deteksi dini serta pemetaan faktor risiko kesehatan di wilayah tersebut.

Pengumpulan data ini dilakukan selama masa PBL dengan cakupan 240 Kepala Keluarga, dipilih secara proporsional dari setiap RT untuk memastikan representasi yang merata. Mahasiswa PBL mendatangi rumah warga satu per satu sambil melakukan pendekatan persuasif dan edukatif agar masyarakat lebih memahami pentingnya pencegahan TB.

Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi Kuesioner Faktor Risiko, Pengetahuan, Sikap, Persepsi, dan Perilaku terkait Tuberkulosis. Melalui kuesioner ini, mahasiswa melakukan wawancara mendalam untuk menggali bagaimana pola hidup, kondisi lingkungan, serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan tanda-tanda TB.

Mahasiswa juga melakukan observasi lingkungan rumah pasien, karena kondisi fisik rumah memegang peran besar dalam proses penyembuhan dan risiko penularan TB. Observasi dilakukan secara komprehensif meliputi:
-
Kepadatan hunian: jumlah penghuni dalam satu rumah dan tingkat keramaian di ruang tidur maupun ruang keluarga.
-
Jenis lantai rumah: apakah berupa tanah, semen, atau keramik, yang dapat mempengaruhi kelembaban dan kebersihan.
-
Ventilasi ruang kamar dan ruang keluarga: memastikan adanya sirkulasi udara yang cukup untuk mengurangi konsentrasi bakteri di udara.
-
Kelembaban serta suhu ruangan di ruang keluarga maupun kamar tidur, yang turut memengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah.

Untuk menarik minat warga agar lebih antusias mengikuti kegiatan skrining, mahasiswa PBL juga menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah (tensi) gratis. Pemeriksaan kesehatan ini mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat, terutama para lansia dan ibu rumah tangga. Warga merasa terbantu karena mendapatkan informasi kesehatan tambahan selain proses pengisian kuesioner.


Selama proses skrining, mahasiswa PBL berusaha menjaga etika, kerahasiaan data, dan kenyamanan warga. Warga yang menunjukkan gejala mencurigakan juga diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas terdekat agar mendapatkan tindak lanjut secara cepat dan tepat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang bahaya TB serta mendorong partisipasi aktif warga Desa Tarikan dalam upaya pencegahan penyakit tersebut. Dengan dukungan penuh dari perangkat desa dan masyarakat, kegiatan skrining berjalan lancar dan memberikan data yang sangat berharga untuk evaluasi program kesehatan di desa.










