
PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menjamin ketersediaan logistik bagi 122 nelayan (Anak Buah Kapal/ABK) yang menjadi korban musibah kapal hanyut di muara Sungai Elon, Desa Asemdoyong. Kepastian ini ditandai dengan penyaluran bantuan pangan secara serentak oleh sejumlah instansi terkait pada Rabu (18/2/2026).
Langkah cepat ini diambil untuk meringankan beban ekonomi nelayan yang terhenti aktivitas melautnya akibat kerusakan kapal yang dipicu oleh gelontoran air sungai yang deras pada pertengahan Februari tersebut.
Distribusi Bantuan Pangan Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertanparik) Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, menyatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Sosial dan BPBD telah menyalurkan paket bantuan pokok kepada para nelayan yang terdata. Setiap ABK menerima bantuan berupa 50 kg beras, satu karton mie instan, dan minyak goreng.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa di tengah masa sulit ini, kebutuhan pangan para nelayan tetap terpenuhi. Bantuan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dalam menangani dampak musibah di Asemdoyong,” ungkap Era usai menyerahkan bantuan secara simbolis.
Progres Evakuasi dan Pemulihan Selain bantuan logistik, fokus pemerintah saat ini adalah menormalisasi muara Sungai Elon. Era memaparkan perkembangan terkini evakuasi kapal hingga pertengahan Februari. Dari belasan kapal yang terdampak, seluruh kapal yang hanyut ke laut (4 unit) telah berhasil ditarik kembali.
Namun, tantangan masih tersisa pada kapal yang tenggelam di dasar perairan. Dari 4 kapal yang karam di dasar muara, baru 1 unit yang berhasil dievakuasi, sementara 3 lainnya masih dalam proses penanganan intensif.

Kerusakan Infrastruktur Nelayan Data Dispertanparik mencatat sedikitnya 12 unit kapal mengalami kerusakan berat. Tim gabungan dari Polairud, Pos AL, dan DPU terus dikerahkan untuk mempercepat proses pengangkatan bangkai kapal agar tidak mengganggu lalu lintas kapal nelayan lainnya.
“Prioritas kami adalah agar aktivitas pelelangan ikan bisa segera berjalan normal. Pendataan terus dilakukan secara akurat agar bantuan susulan atau langkah perbaikan infrastruktur tepat sasaran,” tambahnya.









