Kegiatan jalan sehat ini melibatkan banyak warga dari berbagai kalangan, termasuk pelajar. Tiket acara dijual di sekolah-sekolah dengan harga Rp5000 per lembar.
Tidak hanya itu, sejumlah kepala desa di kecamatan tersebut mengaku diminta iuran dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Meski demikian, beberapa kepala desa sebenarnya merasa keberatan dengan iuran tersebut, namun enggan untuk menyuarakan keberatannya secara terbuka.
Puncak acara yang direncanakan berupa karnaval pun berakhir tanpa hasil. Surat edaran dari pihak kecamatan membatalkan acara tersebut, yang memicu dugaan bahwa persiapan acara kurang matang atau adanya ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran.

















