“Miris! Sebagai pemuda, kami siap memperjuangkan hak-hak petani yang dirugikan. Kami berharap kepala desa dan pihak terkait turun tangan agar masalah ini segera diselesaikan,” tegas Eky.
Lebih lanjut, ia mengancam akan melakukan aksi bersama petani dan kelompok pemuda jika kesepakatan yang sudah dibuat tidak segera direalisasikan.
“Jika tidak ada tindakan nyata, kami bersama Aliansi Pantura Bersatu siap turun ke jalan untuk membela hak para petani,” tambahnya.
Belum Ada Klarifikasi dari Pihak Pabrik
Sampai berita ini diterbitkan, pihak pabrik sepatu belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait keluhan warga. Harapan besar tertuju pada pemerintah daerah agar segera turun tangan untuk menengahi persoalan ini sebelum kondisi semakin memburuk.
Kasus ini menjadi cerminan bagaimana pembangunan industri harus tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Jika tidak ada solusi yang jelas, maka bukan hanya petani yang dirugikan, tetapi juga ketahanan pangan di wilayah tersebut akan ikut terancam.














