Pemalang, CMI News ā Puluhan petani di Desa Kalirandu dan Desa Temuireng, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, terancam gagal panen akibat pembangunan pabrik sepatu yang diduga merusak akses pertanian dan saluran irigasi.
Kondisi ini mempersulit para petani dalam merawat sawah mereka, yang berisiko menyebabkan kerugian besar.
Sejalan dengan program Ketahanan Pangan Nasional yang sedang diprioritaskan oleh pemerintah, kasus ini justru menjadi ironi. Di satu sisi, petani diharapkan meningkatkan produksi pangan, namun di sisi lain, infrastruktur yang menunjang aktivitas pertanian justru dihancurkan tanpa solusi yang jelas.
Jalan dan Saluran Irigasi Hilang, Petani Kesulitan Bertani
Menurut Tirto, salah satu perwakilan petani setempat, pembangunan pabrik ini tidak hanya menghilangkan akses jalan pertanian, tetapi juga merusak sistem irigasi tanpa ada saluran pengganti. Akibatnya, suplai air ke sawah terganggu, sehingga petani kesulitan dalam mengairi tanaman mereka.














