“Dulu ada mediasi antara warga, petani, dan pihak perusahaan. Perwakilan perusahaan saat itu berjanji akan memperbaiki akses jalan dan saluran air, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ujar Tirto saat ditemui tim media, Minggu (2/3/2025).
Keluhan serupa disampaikan oleh M. Duhri, yang berharap pihak perusahaan segera mengembalikan akses jalan dan saluran irigasi sesuai dengan kondisi semula.
“Saat hujan, kami kesulitan menuju sawah karena jalan yang rusak. Saluran air di sebelah utara pabrik juga hilang, dan ini sangat mengganggu proses pertanian kami,” ungkapnya.
Masyarakat Siap Bertindak Jika Janji Tak Ditepati
Keprihatinan juga disampaikan oleh Eky Diantara, seorang tokoh pemuda sekaligus aktivis di wilayah tersebut. Ia menilai kondisi ini sangat ironis, terutama ketika pemerintah sedang memperjuangkan ketahanan pangan nasional, tetapi petani justru mengalami kesulitan akibat ulah investor.














