”Siapa pun panitia yang terpilih harus netral. Netralitas adalah kunci utama agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, damai, dan hasilnya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Kapolsek Pemalang di hadapan peserta sosialisasi.
Camat Pemalang, Prasetyo Widiatmoko, dalam sambutannya turut menyoroti krusialnya tahapan ini bagi arah pembangunan desa. Ia berpesan agar panitia bekerja transparan serta teliti, khususnya saat melakukan pemutakhiran data pemilih agar hak suara warga tetap terjaga.
”Keberhasilan Pilkades bukan hanya dari terpilihnya pemimpin baru, tetapi dari terciptanya suasana yang aman, tertib, dan diterimanya hasil pemilihan oleh masyarakat. Mari kita jadikan Pilkades Desa Kramat sebagai percontohan demokrasi desa yang berkualitas,” ujar Prasetyo.
Sementara itu, Kepala Desa Kramat, Rahayu, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ketua RT, RW, dan tokoh warga untuk menyambut Pilkades dengan semangat kebersamaan. Ia mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
Pengisian posisi panitia Pilkades ini mengacu pada ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pemalang, di mana komposisi pelaksana merupakan perpaduan dari unsur perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.
Untuk seksi-seksi operasional panitia, posisi pendaftaran calon Kades diamanahkan kepada Intan dan Taryoto, pemungutan suara oleh Ii, keamanan oleh Sugiarto beserta unsur Linmas, logistik oleh Agus Karsum, serta konsumsi oleh Lisa.
Guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum dan aturan yang berlaku, forum musyawarah yang dipimpin Cisko tersebut juga membentuk Tim Pengawas Pilkades yang diketuai oleh Mulyanto, didampingi Ika sebagai Wakil Ketua, Trimo sebagai Sekretaris, dan Sri sebagai Bendahara. Dengan terbentuknya struktur panitia dan tim pengawas ini, Desa Kramat secara resmi siap melaksanakan tahapan Pilkades Serentak 2026 secara tertib, transparan, dan kondusif. (Red)

















