Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Nasional

Menuju Ayah Berdaya: Tim Pengabmas UNJA Ajak Mahasiswa Peduli Peran Ayah Sejak Dini

×

Menuju Ayah Berdaya: Tim Pengabmas UNJA Ajak Mahasiswa Peduli Peran Ayah Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

“Studi menunjukkan bahwa para ayah memiliki risiko nyata mengalami depresi, kecemasan, hingga stres pascapersalinan istri. Angka ini lebih tinggi lagi pada ayah yang memiliki bayi dengan kondisi kesehatan khusus, misalnya berat lahir sangat rendah,” ujar Adelina.

Budaya yang menekan laki-laki agar tidak menangis atau menunjukkan emosi juga memperburuk situasi, karena banyak laki-laki akhirnya menahan beban secara diam-diam. Hal ini berdampak pada keharmonisan hubungan suami istri maupun perkembangan anak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Melalui metode psikoedukasi, tim pengabdi ingin membangun pemahaman baru bahwa menjadi ayah bukan hanya soal memenuhi kebutuhan ekonomi, melainkan juga hadir secara emosional, menjadi pendidik, pelindung, sekaligus mitra sejajar bagi istri. Hal ini penting mengingat fenomena fatherless—ketidakhadiran ayah secara fisik maupun batin—berdampak serius terhadap perkembangan emosional, perilaku, dan karakter anak.

Program ini tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang dialog, refleksi diri, dan diskusi mendalam antar mahasiswa. Respons peserta menunjukkan adanya perubahan cara pandang yang signifikan.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengaku mendapatkan wawasan baru yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights