Awang menjelaskan bahwa korban adalah warga yang baru pulang dari Jakarta dan sempat membantu-bantu membuat rumah di wilayah Karanglo Sewaka. Korban diketahui tinggal di depan sekolah SD setempat.
“Lebih lanjut, korban ini sempat mengeluh ke keluarga infonya sakit kepala dan dadanya sesak, katanya,” jelas Awang. “Kebetulan rumahnya depan sekolah SD, sebelum sampai rumah tiba-tiba jatuh ke tumpukan batu proyek yang sedang dikerjakan.”
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Mengenai aspek keselamatan proyek, Awang menegaskan bahwa pihaknya sudah memasang rambu-rambu di lokasi pengerjaan. Ia juga kembali menggarisbawahi informasi yang diterima terkait penyebab kematian.
“Sebagai informasi, bahwa korban saat di rumah sakit didiagnosa itu jantung,” tutup Kontrak.
Berdasarkan keterangan dari pihak desa dan kontraktor, kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa ini diduga kuat dipicu oleh kondisi kesehatan korban, yakni sakit jantung, yang kemudian menyebabkan korban roboh dan terjatuh di dekat material proyek.

















