
Pemalang, CMI News – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jln Anggur, Bojongbata menjadi sorotan setelah kondisinya yang memprihatinkan membahayakan para pengguna jalan. Sampah yang meluber hingga hampir menutupi sebagian badan jalan menjadi penyebab insiden jatuhnya pengendara akibat minimnya rambu peringatan di sekitar lokasi, Senin, (16/12/2024) dini hari.
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat terhadap masalah pengelolaan sampah di Pemalang yang semakin mendesak untuk segera diatasi. Selain menciptakan ancaman keselamatan, tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan yang melintas.
BACA JUGA : Demo Tolak RUU Pilkada Di Semarang Ricuh, Berikut Faktanya
Minim Rambu dan Pengelolaan
Salah satu pengguna jalan yang menjadi korban, mengeluhkan tidak adanya rambu-rambu atau tanda peringatan di sekitar TPS yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat malam hari. “Saya tidak menyangka jalanan hampir tertutup sampah. Akibatnya saya terjatuh karena jalan licin ditambah saat ini musim hujan,” ujar seorang pengendara motor yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, warga sekitar mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan yang signifikan dari pihak terkait. Mereka berharap adanya penanganan segera agar TPS ini tidak menjadi sumber masalah yang lebih besar.
BACA JUGA : Kolaborasi HUT Bhayangkara ke 78, Forkopimcam Pedurungan Tebar 5 Ribu Benih Ikan di Muktiharjo Kidul
Pemkab Didesak Bertindak
Masalah sampah di beberapa wilayah Pemalang, khususnya di TPS Bojongbata, menjadi tanda daruratnya pengelolaan limbah di daerah tersebut. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari penataan ulang TPS, pemasangan rambu keselamatan, hingga pengangkutan sampah yang lebih rutin dan efisien.

BACA JUGA : Andika-Hendi Kontestan Pilgub pertama Daftar Ke KPU Jateng
“Jika dibiarkan seperti ini terus, bukan hanya kecelakaan yang akan terjadi. Kita juga menghadapi potensi wabah penyakit akibat sampah yang menumpuk,” ungkap salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemalang Wiji Mulyati, saat dikonfirmasi terkait kondisi sampah menumpuk di beberapa wilayah serta adanya korban akibat tumpukan sampah. Dia hanya mengatakan ” Tukang angkutnya di bilangin om, TPS sampahe ditata. Ujar Wiji kepada wartawan melalui pesan WhatApst, Rabu (18/12/2024).
Menurutnya, pihaknya sudah bolak-balik disampaikan ke pengangkut sampah agar di tata. Imbuh Kepala Dinas DLH Pemalang.
Solusi yang Diharapkan
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah yang diusulkan oleh masyarakat dan pengguna jalan mencakup:
1. Pemindahan TPS ke lokasi yang lebih strategis dan jauh dari jalan utama.
2. Peningkatan frekuensi pengangkutan sampah untuk mencegah penumpukan.
3. Pemasangan rambu-rambu dan lampu penerangan di sekitar TPS agar pengguna jalan waspada terhadap potensi bahaya.
4. Edukasi masyarakat untuk membuang sampah dengan benar sesuai aturan yang berlaku.
5. Dekat dengan perumahan lebih tepatnya di pintu masuk, yang jelas-jelas mengganggu.
Masalah TPS Bojongbata menjadi cerminan perlunya perhatian serius terhadap manajemen sampah di Pemalang. Dengan langkah yang tepat, bukan hanya keselamatan pengguna jalan yang dapat terjaga, tetapi juga kualitas lingkungan hidup yang lebih baik bagi seluruh warga.







