Panggilan darurat itu mendarat di Pos Induk Pemalang pada pukul 23.38 WIB.
“Begitu laporan BKO masuk, kami langsung bergerak. Ini adalah prioritas utama, tidak peduli batas administrasi wilayah,” ujar Koordinator Pos Induk, Sodikin, yang memimpin Regu 3.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Hanya berselang tujuh menit, pada pukul 23.45 WIB, satu unit armada Damkar Pemalang yang dipimpin oleh Regu 3 meluncur meninggalkan Pos Induk. Kecepatan ini krusial, mengingat setiap detik adalah penentu nasib pabrik dan aset yang tersisa.
Tepat pukul 00.15 WIB, Regu 3 Damkar Pemalang tiba di lokasi kejadian, Jalan Pala Raya Tegal, dan segera bergabung dengan upaya pemadaman. Kedatangan tim BKO ini membawa harapan baru, menambah daya gempur, dan membantu mengisolasi api agar tidak merembet ke bagian pabrik yang masih utuh.
Meskipun harus berhadapan dengan tantangan serius—mulai dari minimnya sumber air (tidak ada hidran di lokasi) hingga risiko runtuhnya bangunan—petugas Pemalang dan Tegal bahu-membahu menembus panas dan asap tebal. Mereka fokus melindungi aset yang masih bisa diselamatkan, yang diperkirakan bernilai \pm \text{Rp} 500 Juta.














