“Harus ada perubahan cepat, ide sang manajer harus segera diterima oleh para pemain. Kalau tidak, semuanya akan runtuh,” katanya.
Meski tekanan kian besar, Amorim menegaskan tidak akan mengubah filosofi permainan yang ia terapkan.
Ia bahkan mengatakan, jika klub ingin perubahan instan, maka keputusan ada di tangan manajemen untuk mencari pelatih baru.
Pendekatan keras kepala ini mencerminkan keyakinannya pada sistem yang sudah teruji di Portugal.
Namun, di Premier League yang penuh tuntutan hasil cepat, kesabaran manajemen dan suporter kerap menjadi barang mewah.
Neville sendiri menutup analisanya dengan nada pesimistis.
“Saya khawatir dengan masa depan Amorim. Ini memang belum saatnya panik, tapi kita semua pernah melihat cerita seperti ini sebelumnya,” ujarnya.













