Selain keduanya, yen Jepang (+0,30%), peso Filipina (+0,27%), ringgit Malaysia (+0,21%), dan yuan China (+0,18%) juga ikut mencatat penguatan. Dolar Singapura dan rupee India turut naik tipis masing-masing sebesar 0,18% dan 0,03%.
Sebaliknya, baht Thailand (-0,06%) dan dong Vietnam (-0,08%) justru terkoreksi, menunjukkan bahwa tekanan dolar masih menyisakan dampak pada sebagian mata uang Asia.
Faktor Pendorong: Dolar AS Melemah
Kondisi ini tidak terlepas dari pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang terkoreksi 0,17% ke level 97,983. Investor global tengah menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti laporan tenaga kerja dan PMI manufaktur, yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).













