CMI News — Awal pekan ini, pasar mata uang Asia menunjukkan tren positif dengan mayoritas kurs regional berhasil menekan dolar Amerika Serikat (AS). Won Korea dan rupiah Indonesia menjadi bintang utama, sementara beberapa mata uang lain masih berhadapan dengan tekanan.
Rupiah dan Won Jadi Penggerak Utama
Data Refinitiv per Senin (29/9/2025) pukul 09.20 WIB mencatat, won Korea menguat 0,52% ke level KRW 1.402 per dolar AS, disusul rupiah yang terapresiasi 0,42% ke Rp16.653 per dolar AS.
Penguatan ini cukup signifikan, mengingat pekan sebelumnya rupiah sempat melemah hingga 0,83% secara kumulatif. Dengan tren ini, rupiah masuk jajaran mata uang terkuat di Asia, bersama dengan won yang memimpin pergerakan regional.













