-
Kecamatan Watukumpul: Dipilih sebagai lokasi pertama di Jawa Tengah karena memiliki tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi yang sangat tinggi, seperti tanah longsor dan kekeringan yang terjadi hampir setiap tahun.
-
Desa Penakir (Kecamatan Pulosari): Dilatarbelakangi oleh sejarah kelam kejadian banjir bandang yang sempat menimbulkan korban jiwa serta kerusakan fisik yang masif.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
“Di Penakir kita tidak menduga adanya banjir bandang yang menimbulkan korban. Karena itu Kementerian Sosial hadir membentuk KSB sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Harapannya relawan menjadi lebih tanggap, tangguh, dan cepat dalam penanganan bencana,” kata Supadi.
Ke depan, Supadi berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang bisa memiliki KSB sendiri agar kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi kebencanaan semakin merata dan mumpuni.
“Setelah dibentuk, masyarakat harus paham langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Semoga dengan adanya KSB, Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari, semakin aman dari risiko bencana,” tambahnya.
Merespons inisiatif ini, Camat Pulosari, Arif Senoaji, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Sosial RI dan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang.
Arif berharap 60 warga yang dilatih ini mampu menularkan ilmunya kepada warga lain, sehingga seluruh elemen masyarakat Pulosari semakin siap, sigap, dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Mudah-mudahan setelah ini Pulosari semakin aman dari bencana. Namun apapun bentuk bencana, kita harus tetap siap. Dengan adanya KSB ini, insyaallah masyarakat akan lebih siap dan tanggap jika sewaktu-waktu bencana terjadi,” pungkasnya ditutup dengan nada optimis.














