“Pada kesempatan ini kami mendapat jatah ngampil pusaka no pitu, yang dimaknai dengan pitulung atau pertolongan semoga kita semu khususnya warga kabupaten Pemalang selalu mendapat pertolongan dari tuhan yang maha esa”, ucapnya.
Lebih lanjut menurut Pangarso kabupaten Pemalang yang sekaligus praktis sepiritul, tahun ini kabupaten Pemalang memberangkatkan 40 Abdi dalem dengan berbagi profesi dan pekerjaan seperti dokter, pengacara, tenaga pendidik/guru, kepala Desa, insan media, dan juru kunci gunung Slamet. Dengan berbagai pangkat, (KRA);Kanjeng Raden Aryo, (KRT) Kanjeng Raden Tumenggung, (RT) Raden Tumenggung, (Mng) Mas Ngabei, (ML) Mas Lurah, serta Nyimas.
“Kami berangkat dengan 40 abdi dalem dengan berbagi profesi dan pekerjaan seperti dokter, pengacara, guru, ada juga jurnalis, dengan pangkat KRA,KRT, RT, Mng, ML, dan Nyimas”, katanya.
Masih menurut KRA Suwana atau yang lebih di kenal dengan sebutan Mbah Lurah, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pemalang atas support dan dukungannya dalam setiap kegiatan Kusumo Hondrowino Nusantara Kabupaten Pemalang.
Apalagi Bupati sudah menerima Kekancingan atau pemberian gelar dari Sinuwun PB XIII dengan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Mansur Hidayat Sosronagoro ST M Ling.
“Terimakasih untuk Bapak Bupati Pemalang KRAT Mansur Hidayat Sosronagoro, yang selalu mendukung dan Mensuport Kegiatan kami, untuk nguri-uri budaya Jawa, Semoga bapak Bupati di beri kesehatan panjang umur, serta dimudahkan segala urusannya”, pungkasnya dan diaminkan oleh juru kunci gunung Slamet.











