
PEMALANG CMI News – Kirab Pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat, Kusumo Hondrowino Nusantara kabupaten Pemalang Mendapat Jatah Ngampil Dan Mbuntar pusaka nomor pitu (tujuh).
Ngampil (Memanggul ujung mata Tombak) sedangkan Mbuntar Posisi Di belakang (memegang ujung gagang tombak atau landean tombak). Ngampil sendiri dilakukan oleh orang-orang khusus abdi dalem yang mendapat titah (perintah) langsung dari Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Sri Susuhunan Pakoe Buewono PB XIII.
Menurut keterangan Pangarso Brang Kulon (Pimpinan Wilayah Barat) Kanjeng Raden Aryo Suwana Darmonagoro Spd, kabupaten Pemalang sudah kali ke-tiga, mendapat kepercayaan dari Sinuwun PB XII untuk melaksanakan tugas tersebut.
“Alhamdulillah untuk wilayah brang kulon, kabupaten Pemalang mendapat kepercayaan dari Sinuwun PB XIII untuk Ngampil pusaka pada kirab pusaka malam satu Suro tahun JE 1958, atau1446 Hijrah”, tuturnya pada Senin (8/7/2024).
Kusumo Hondrowino Nusantara kabupaten Pemalang berkesempatan mendapat jatah ngampil dan Mbuntar Pusaka no urut Pitu (tujuh) yang di maknai dengan arti sebagai Pitilungan (Pertolongan) dari tuhan yang maha esa, dengan hati ikhlas dan bersih kita memohon kepada Tuhan agar diberikan segala kemudahan bagi seluruh warga masyarakat.

“Pada kesempatan ini kami mendapat jatah ngampil pusaka no pitu, yang dimaknai dengan pitulung atau pertolongan semoga kita semu khususnya warga kabupaten Pemalang selalu mendapat pertolongan dari tuhan yang maha esa”, ucapnya.
Lebih lanjut menurut Pangarso kabupaten Pemalang yang sekaligus praktis sepiritul, tahun ini kabupaten Pemalang memberangkatkan 40 Abdi dalem dengan berbagi profesi dan pekerjaan seperti dokter, pengacara, tenaga pendidik/guru, kepala Desa, insan media, dan juru kunci gunung Slamet. Dengan berbagai pangkat, (KRA);Kanjeng Raden Aryo, (KRT) Kanjeng Raden Tumenggung, (RT) Raden Tumenggung, (Mng) Mas Ngabei, (ML) Mas Lurah, serta Nyimas.
“Kami berangkat dengan 40 abdi dalem dengan berbagi profesi dan pekerjaan seperti dokter, pengacara, guru, ada juga jurnalis, dengan pangkat KRA,KRT, RT, Mng, ML, dan Nyimas”, katanya.
Masih menurut KRA Suwana atau yang lebih di kenal dengan sebutan Mbah Lurah, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pemalang atas support dan dukungannya dalam setiap kegiatan Kusumo Hondrowino Nusantara Kabupaten Pemalang.

Apalagi Bupati sudah menerima Kekancingan atau pemberian gelar dari Sinuwun PB XIII dengan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Mansur Hidayat Sosronagoro ST M Ling.
“Terimakasih untuk Bapak Bupati Pemalang KRAT Mansur Hidayat Sosronagoro, yang selalu mendukung dan Mensuport Kegiatan kami, untuk nguri-uri budaya Jawa, Semoga bapak Bupati di beri kesehatan panjang umur, serta dimudahkan segala urusannya”, pungkasnya dan diaminkan oleh juru kunci gunung Slamet.
Kirab pusaka adalah agenda tahunan keraton Surakarta Hadiningrat yang di laksanakan menjelang malam satu suro atau penanggalan Jawa.

Mereka berjalan secara perlahan dan tidak berbicara atau biasa disebut tapa bisu menempuh jarak sekitar 8 km. Tapa bisu merupakan simbol introspeksi dan evaluasi.






