Menurut Bessent, kesepakatan awal mengenai TikTok sebenarnya sudah lebih dulu difinalisasi di Kuala Lumpur, sebelum pertemuan Trump dan Xi berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari upaya kedua negara untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional.
“Kami sudah memfinalisasi kesepakatan TikTok di Kuala Lumpur, dan kini tinggal melanjutkan ke tahap implementasi dalam beberapa pekan atau bulan ke depan,” ujar Bessent dalam wawancara bersama Fox Business Network (31/10).
Pemerintah China, melalui Kementerian Perdagangan, menyatakan akan menangani persoalan TikTok “dengan semestinya”. Sementara pihak ByteDance sendiri belum memberikan komentar resmi.
Latar Belakang: Ultimatum AS untuk ByteDance
TikTok menjadi sorotan setelah Kongres AS pada 2024 mengesahkan undang-undang yang mewajibkan ByteDance menjual aset TikTok di AS paling lambat Januari 2025. Undang-undang itu lahir dari kekhawatiran pemerintah AS terhadap potensi kebocoran data pribadi 170 juta penggunanya ke Beijing.













