CMI News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada akhir pekan ini. Indeks turun 0,25% atau 20,18 poin ke level 8.163,88, menandai pelemahan beruntun yang masih membayangi bursa saham domestik sepanjang pekan terakhir.

Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp19,15 triliun, dengan volume mencapai 27,52 miliar saham yang berpindah tangan dalam hampir 2 juta kali transaksi. Dari total emiten yang diperdagangkan, 389 saham melemah, 287 menguat, dan 279 stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati.

Kapitalisasi pasar pun ikut terkikis, turun ke level Rp14.857 triliun.

Tekanan dari Sektor Bahan Baku dan Properti

Sepanjang sesi perdagangan, volatilitas IHSG cukup tinggi. Indeks sempat dibuka menguat 0,29% di awal sesi dan bahkan sempat menembus level 8.215,55, sebelum akhirnya terkoreksi di akhir perdagangan.

Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor berakhir di zona merah. Sektor bahan baku memimpin penurunan dengan koreksi 0,83%, disusul properti (-0,7%) dan energi (-0,67%).

Hanya tiga sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yakni:

Utilitas (+0,84%)

Teknologi (+0,79%)

Konsumer primer (+0,09%)

Pergerakan yang terbatas di ketiga sektor ini dinilai belum cukup kuat menahan tekanan di sektor-sektor siklikal lainnya yang tengah tertekan oleh ketidakpastian global dan arus keluar dana asing (foreign outflow).

Saham-Saham Pemberat dan Penopang IHSG

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks hari ini. Di antaranya:

Bank Mandiri (BMRI): -7,03 poin

Dian Swastatika Sentosa (DSSA): -7,03 poin

Barito Pacific (BRPT): -5,62 poin

Astra International (ASII): -5,57 poin

Telkom Indonesia (TLKM): -4,58 poin

Kelima saham ini tercatat melemah antara 1% hingga 2%, menambah tekanan bagi IHSG di sesi akhir pekan.

Namun di tengah pelemahan tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) justru menjadi penopang utama. Saham bank pelat merah ini naik 1,79% ke level 3.980, menyumbang 11,59 poin terhadap pergerakan indeks.

IHSG Terkoreksi 1,3% dalam Sepekan

Secara mingguan, IHSG tercatat terkoreksi 1,3%. Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang sudah terlihat sejak awal pekan.

Pada Senin (27/10), IHSG sempat anjlok hingga 3,5%, dipicu oleh rumor perubahan aturan free float indeks MSCI yang memicu aksi jual di saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu.

Meskipun sempat rebound pada 29-30 Oktober, masing-masing dengan kenaikan 0,91% dan 0,22%, tekanan jual kembali meningkat menjelang akhir pekan. Hal ini menandakan bahwa pelaku pasar masih bersikap defensif di tengah ketidakpastian global dan dinamika likuiditas menjelang akhir tahun.