“Kegiatan ini memberikan pengetahuan tambahan kepada adik-adik kita. Selain itu juga memberikan edukasi terkait cara mengurai dampak saat terjadi bencana alam maupun non-alam di lingkungan sekolah,” ujar Komarudin.
Ia menambahkan, edukasi kebencanaan yang masif di lingkungan pendidikan dan domestik adalah instrumen krusial dalam rantai mitigasi. Hal ini agar mata rantai penanganan sebelum, saat terjadi, dan pascabencana dapat dipahami secara runut oleh seluruh lapisan elemen masyarakat.
Mengingat letak geografis Kecamatan Pulosari yang berada langsung di wilayah lereng Gunung Slamet, urgensi pelatihan ini dirasa sangat tinggi oleh pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 1 Pulosari, Amin Imroni Rosyid, menyambut baik dan mengapresiasi penuh langkah sinergis dari Kemensos dan Dinsos Pemalang tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena sekolah kami berada di lereng Gunung Slamet dan sebagian siswa tinggal di daerah rawan bencana. Melalui kegiatan ini, pengetahuan anak-anak tentang kebencanaan semakin bertambah,” ungkap Amin Imroni Rosyid.
Kendati demikian, Amin berharap skema pelatihan edukasi kebencanaan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan dapat diakomodasi secara berkala dan berkelanjutan.
“Jumlah siswa di sini sekitar 700 orang dan belum semuanya mengikuti kegiatan ini. Kami berharap ke depan seluruh siswa bisa mendapatkan edukasi yang sama sehingga keterampilan menghadapi bencana semakin baik dan risiko bencana dapat diminimalkan,” pungkasnya.













