Kebijakan Rekrutmen Selektif dan Adaptif
Kemenkeu kini menekankan pentingnya rekrutmen yang berbasis kebutuhan strategis, bukan sekadar menggantikan jumlah pegawai yang pensiun. Strategi ini diharapkan dapat menghadirkan talenta dengan kompetensi digital, analitik, dan adaptif terhadap perubahan proses bisnis modern.
Dengan pendekatan selektif tersebut, pemerintah berharap setiap formasi yang dibuka benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Selain itu, sistem kerja baru berbasis teknologi dan fleksibilitas jabatan fungsional juga menjadi fokus agar birokrasi semakin ramping dan efisien.
Menjaga Kinerja di Tengah Efisiensi
Purbaya menegaskan bahwa pengurangan jumlah pegawai bukan berarti penurunan produktivitas. Justru, efisiensi ini diharapkan meningkatkan nilai kinerja melalui tata kelola SDM yang lebih dinamis dan berbasis hasil.
Dengan proyeksi pertumbuhan SDM antara 0,01% hingga 0,5% per tahun, evaluasi akan dilakukan secara berkala agar tetap sejalan dengan arah kebijakan fiskal dan transformasi organisasi.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana Kemenkeu berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi birokrasi, digitalisasi layanan publik, dan kesinambungan kinerja organisasi.













