“Koperasi jangan cuma nama. Harus jalan, harus hidup, dan harus bisa bantu masyarakat,” ujar Hengky penuh keyakinan. Ia menekankan bahwa pembangunan gerai ini adalah bentuk pembuktian diri, sekaligus melawan citra “koperasi tidur” yang hanya ada di atas kertas.
“Nggak perlu nunggu besar dulu baru jalan. Justru dari kecil, kita buktikan kalau bisa mandiri. Biar orang tahu, Koperasi Merah Putih Kalimas bukan koperasi tidur,” tambahnya.
Menurut Hengky, gerai yang akan segera berdiri ini merupakan langkah awal menuju kemandirian ekonomi koperasi. Nantinya, gerai tersebut akan difungsikan sebagai pusat pelayanan terpadu bagi anggota, yang mencakup:
- Usaha Mikro
- Simpan Pinjam
- Pemasaran produk lokal warga desa
Intinya, pembangunan ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi warga desa, bukan sekadar fisik bangunan.
Suasana akrab dan penuh semangat mewarnai acara, di mana antusiasme Hengky disebut mampu menulari masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi.
Hengky menutup penegasannya dengan merumuskan tujuan utama koperasi secara sederhana namun mendalam: “Targetnya sederhana: koperasi maju, warga senyum. Kalau bisa bantu ekonomi warga naik kelas, itu baru namanya Merah Putih sejati.”
Peletakan batu pertama ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, menjadi simbol pondasi kuat bagi KDMP Kalimas untuk tumbuh, menjawab kebutuhan ekonomi desa, dan menjadi kepanjangan tangan kebijakan pemerintah dalam memajukan ekonomi lokal hingga ke sudut-sudut desa.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














