Penemuan jenazah korban akhirnya dilakukan oleh Agus, anak H. Bedukka, bersama tim pencari lainnya. Jenazah yang telah mengapung segera dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Parit 6 Nipah Panjang II untuk disemayamkan.
Imbauan Kapolairud
Kapolairud Ardi menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan transportasi sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Cuaca akhir-akhir ini kurang bersahabat. Bagi kapal yang membawa muatan seperti kelapa dan pisang, mohon lebih berhati-hati untuk keselamatan semua,” ujar Kapolairud Ardi dalam pernyataannya.
Duka Mendalam
Kepergian H. Bedukka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan rajin bekerja. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan ekstra dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang bergantung pada transportasi sungai di wilayah Nipah Panjang.



















