PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bergerak cepat menangani putusnya akses transportasi di Desa Mendelem, Kecamatan Belik. Jembatan yang menghubungkan Desa Semingkir dan Desa Wisnu tersebut runtuh total akibat pergerakan tanah yang dipicu hujan ekstrem.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, meninjau langsung lokasi kerusakan untuk memastikan langkah penanganan. Meski infrastruktur mengalami kerusakan parah, ia mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban apapun, tapi infrastruktur sangat parah sekali,” ujar Nurkholes saat memimpin pengecekan di lokasi.
Runtuhnya jembatan terjadi pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelum ambruk, jembatan tersebut sebenarnya sudah ditutup selama tiga hari karena terdeteksi adanya pergerakan tanah akibat cuaca buruk yang terus mengguyur wilayah Pemalang.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemalang, Joko Asmoro, menyatakan bahwa pemerintah akan segera membangun jembatan darurat. Infrastruktur sementara ini ditargetkan rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Insyaallah untuk bulan puasa dan lebaran nanti bisa digunakan, sepeda motor dan mobil bisa lewat,” jelas Joko. Selain jembatan, pihaknya juga menaruh perhatian pada jalan Semingkir-Majakerta yang turut mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.
Di sisi lain, Pemkab Pemalang juga menyiapkan skema bantuan bagi warga terdampak melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, Nurkholes meminta warga yang tinggal di area rawan, khususnya di pinggiran tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
“Kalau bisa tidak tidur (saat hujan lebat) tidak apa-apa, yang penting aman,” pungkasnya.











