“Analisis dan kritik itu baik, tetapi Anda tidak seharusnya mencaci maki orang lain. Saat masih bermain, Anda juga tidak suka dihina. Tunjukkan rasa hormat,” pesan Teeratep.
Senada dengan itu, Prasert Changmool mengajak publik sepak bola Thailand untuk berjiwa besar menerima kemenangan Vietnam. Menurutnya, staf pelatih sudah berusaha maksimal dan kekalahan adalah bagian dari olahraga yang harus diterima dengan lapang dada.
Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) belum memberikan komentar resmi terkait polemik antar-legenda ini. Namun, yang pasti, kegagalan di SEA Games 2025 ini telah membuka kotak pandora mengenai tensi internal di ekosistem sepak bola Thailand.
















