“Izinkan saya berbicara sebagai seorang pelatih, seperti banyak pelatih lain yang belum memiliki kesempatan ini. Benar-benar mengerikan!” tulis sosok yang pernah merumput di Liga Vietnam tersebut.
Meski tidak menyebut nama secara spesifik, publik meyakini bahwa kata “mengerikan” tersebut ditujukan langsung kepada staf kepelatihan Timnas Thailand yang dianggap gagal mempertahankan keunggulan.
Pernyataan Sarayut ternyata menjadi bumerang. Alih-alih mendapat dukungan, ia justru diserang balik oleh deretan mantan pemain Timnas Thailand lainnya yang merasa komentar tersebut tidak etis.
Chukiat Noosarung, mantan pemain yang juga pernah berkarier di Hoang Anh Gia Lai, memberikan teguran paling keras.
“Anda pikir Anda yang terbaik, ya? Jangan sok pintar,” ujar Chukiat. “Anda bahkan belum bermain 50 pertandingan untuk tim nasional, jadi jangan berlebihan. Masih saja membual tentang betapa berbakatnya diri Anda?”
Tak ketinggalan, Issawa Singthong meminta Sarayut untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa reputasi yang dimiliki Sarayut saat ini tidak lepas dari jasa para senior dan rekan setim di tim nasional.
Di tengah tensi tinggi tersebut, Teeratep Winothai mencoba mendinginkan suasana. Legenda yang pernah menimba ilmu di Inggris ini mengajak semua pihak untuk saling menyemangati daripada saling menghina.
















