MADRID – Stadion Santiago Bernabéu kembali menjadi saksi bisu lahirnya sejarah besar. Kylian Mbappé, sang bintang asal Prancis, resmi mencatatkan namanya sejajar dengan sang idola, Cristiano Ronaldo. Gol ke-59 yang ia sarangkan ke gawang Sevilla pada penghujung tahun 2025 bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol estafet kepemimpinan di klub tersukses di dunia tersebut.

Malam Keajaiban di Bernabéu

Pertandingan melawan Sevilla awalnya tampak seperti laga sulit lainnya, hingga Mbappé memecah kebuntuan. Dengan penyelesaian akhir yang klinis, ia mencetak gol ke-59 dalam satu tahun kalender bersama Real Madrid—sebuah angka yang selama satu dekade terakhir dianggap mustahil dicapai oleh siapa pun kecuali Cristiano Ronaldo.

Namun, yang membuat bulu kuduk penonton merinding bukanlah golnya, melainkan apa yang terjadi setelahnya. Mbappé berlari ke sudut lapangan, melompat tinggi, dan mendarat dengan gaya khas: “SIUU!”. Selebrasi ikonik milik Ronaldo itu bergema di seluruh stadion, menandakan penghormatan tertinggi dari sang murid kepada sang guru.

Kabar pencapaian ini langsung sampai ke telinga Cristiano Ronaldo. Melansir laporan Defensa Central, tidak butuh waktu lama bagi CR7 untuk menghubungi suksesornya tersebut. Dalam percakapan telepon yang penuh kehangatan, Ronaldo menunjukkan kelasnya sebagai legenda sejati.

“Saya senang Anda berhasil menyamai rekor ini, memang harus Anda,” ujar Ronaldo dalam percakapan tersebut.

Tak berhenti di situ, Ronaldo memberikan tantangan yang membakar semangat Mbappé: “Tahun depan, Anda akan melampaui saya.” Kalimat singkat ini dianggap sebagai “restu suci” bagi Mbappé untuk terus memimpin lini depan Los Blancos menuju era keemasan baru.

Hubungan antara keduanya telah bertransformasi. Jika dulu Mbappé hanya memiliki poster Ronaldo di dinding kamarnya, kini ia memiliki nomor telepon sang legenda di daftar kontak utamanya. Ronaldo dilaporkan aktif membantu Mbappé beradaptasi dengan tekanan masif di Madrid—sesuatu yang hanya dipahami oleh segelintir pemain di dunia.

Dalam sesi wawancara usai laga, Mbappé tak mampu menyembunyikan rasa bangganya: “Merupakan suatu kehormatan untuk meniru Cristiano, pemain terbaik dalam sejarah klub ini. Dia selalu baik kepada saya, selalu berbicara tentang bagaimana cara beradaptasi di sini. Sekarang dia adalah teman saya, dan selebrasi tadi sepenuhnya untuk dia,” pungkas Mbappé.

Dengan 59 gol di kantong dan restu dari sang legenda, target Mbappé di tahun 2026 sudah jelas. Bukan hanya tentang memecahkan rekor angka milik Ronaldo, tetapi juga tentang membawa trofi Liga Champions kembali ke lemari piala Real Madrid.

Dunia sepak bola kini menjadi saksi: takhta yang ditinggalkan Ronaldo tidak lagi kosong. Sang pewaris telah tiba, dan ia sedang berlari kencang menuju puncak sejarah.