Cikarang, CMI News – Performa saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) belum menunjukkan tanda pemulihan. Pada perdagangan Selasa (19/8), saham emiten batu bara ini terkoreksi tipis 0,67% ke level Rp22.100 per saham.

Sepanjang sesi pertama, tercatat 1,43 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp31,69 miliar, tersebar dalam 3.565 kali perdagangan.

Pergerakan Saham dalam Sepekan

Jika melihat pergerakan dalam sepekan, ITMG lebih sering bergerak di zona merah. Hanya pada 11 Agustus 2025 saham sempat ditutup positif. Secara kumulatif mingguan, harga saham terkoreksi 2%, seiring aksi jual asing (net sell) sebesar Rp86,1 miliar.

Rekomendasi Mandiri Sekuritas

Dalam riset terbarunya, Mandiri Sekuritas tetap memberi rekomendasi netral untuk ITMG dengan target harga di level Rp26.250 per saham.

Analis menilai langkah diversifikasi ITMG melalui investasi di sektor nikel lewat kepemilikan di NICE dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah. Selain itu, manajemen juga masih optimistis dengan panduan produksi 2025, yang diperkirakan naik di paruh kedua tahun seiring kondisi cuaca yang lebih baik.

Laporan Keuangan Semester I/2025

Secara fundamental, kinerja ITMG masih tertekan. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2025 (review terbatas), emiten ini mencatat laba bersih US$26 juta pada kuartal II-2025, turun 60% secara kuartalan (qoq) dan 61,4% secara tahunan (yoy).

Secara kumulatif, laba bersih enam bulan pertama 2025 tercatat US$91 juta, melemah 29,5% yoy dan baru mencapai 34,1% dari konsensus laba bersih setahun penuh.

Menurut catatan Stockbit Sekuritas, penurunan kinerja kuartalan dipicu oleh turunnya pendapatan -9,5% qoq dan pelemahan margin laba kotor ke 20,5%, dari 28,1% di kuartal sebelumnya.

Produksi dan Biaya

Dari sisi operasional, produksi batu bara ITMG di kuartal II-2025 turun -3,8% qoq. Stripping ratio juga meningkat menjadi 9,8x, naik dibanding kuartal I-2025 yang sebesar 8,8x, meski masih lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu (10,6x).