CMI News — Profesi influencer sempat dipandang sebagai jalan pintas menuju popularitas dan penghasilan besar. Namun kondisi itu mulai berubah.
Di Amerika Serikat—pasar yang menjadi barometer global—pendapatan kreator tengah mengalami penurunan cukup tajam.
Fenomena ini memberi sinyal bahwa para pesohor digital, termasuk nama-nama besar di Indonesia seperti Raffi Ahmad dan generasi kreator lainnya, perlu bersiap menghadapi realitas baru dalam industri konten.
Platform Mulai Hemat Kucuran Uang
The Wall Street Journal mencatat bahwa perusahaan teknologi kini semakin ketat dalam membagikan komisi. TikTok, Instagram, dan YouTube merombak skema monetisasi, membuat peluang menerima pembayaran signifikan semakin kecil.
Hal ini dirasakan kreator seperti Clint Brantley, yang memiliki ratusan ribu pengikut dan view konsisten.
Meski performa konten stabil, pendapatannya tahun lalu justru lebih rendah dari gaji median pekerja AS. Kondisi ini membuat banyak kreator tidak berani mengambil komitmen finansial besar—bahkan sekadar menyewa apartemen.
Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas tidak lagi setara dengan stabilitas pendapatan.
Persaingan Ketat, Brand Semakin Selektif












