Sekarang: US$ 120 untuk 10 juta view
Ini menegaskan bahwa view besar tidak menjamin penghasilan layak jika bergantung pada pendapatan platform semata.
Kreator Harus Berlari Lebih Cepat
Selain menurunnya monetisasi, beban kerja kreator juga meningkat. Mereka harus memproduksi konten secara konsisten, bersaing dengan algoritma yang berubah cepat, serta menjaga engagement audiens dalam kondisi pasar yang jenuh. Tekanan mental juga menjadi isu yang kerap disuarakan kreator global.
Analis Emarketer, Jasmine Enberg, menegaskan bahwa mereka yang bisa bertahan adalah kreator yang sudah membangun pondasi selama bertahun-tahun—bukan yang hanya viral sesaat.
Sinyal Krisis juga Terlihat di Indonesia
Di Indonesia, para YouTuber senior turut merasakan pergeseran ini. Pendapatan AdSense dinilai semakin kecil dan tak lagi menjadi sumber utama.
YouTuber otomotif Fitra Eri menyebut bahwa nilai iklan di Indonesia bisa 10 kali lebih kecil dibanding AS. Sementara itu, kreator seperti Romi (DroidLime) dan Mikhail (GadgetApa) menilai algoritma YouTube semakin tidak stabil, serta persaingan makin ketat sejak pandemi melahirkan banyak kreator baru.
Banyak kreator akhirnya bergeser fokus ke kerja sama brand, merchandise, dan diversifikasi bisnis lainnya untuk menjaga keberlanjutan pendapatan.













