CMI News – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru di level 8.169,28, menguat 0,36% atau naik 29,38 poin pada perdagangan Selasa (7/10/2025).
Lonjakan ini menandai posisi tertinggi sepanjang sejarah IHSG, menegaskan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik di tengah fluktuasi global.
Namun menariknya, di balik euforia rekor baru tersebut, investor asing justru melakukan penjualan bersih (net sell) mini senilai Rp89,45 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, Rp65,11 miliar di pasar reguler dan Rp24,34 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Asing Masih Selektif, Tapi Mulai Kumpulkan Saham Unggulan
Meski secara total asing masih mencatat net sell, sejumlah saham unggulan justru menjadi incaran investor global.
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), mencatat pembelian bersih terbesar dengan net foreign buy mencapai Rp275,3 miliar. Rata-rata harga beli asing berada di kisaran Rp2.076,6 per saham.
Selain CUAN, dua saham lain yang banyak dikoleksi asing adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan pembelian bersih Rp170,89 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp97,51 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing (net foreign buy) terbesar kemarin:
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp275,30 miliar
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – Rp170,89 miliar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp97,51 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp85,39 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Rp79,57 miliar
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) – Rp75,72 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) – Rp55,99 miliar
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) – Rp53,43 miliar
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – Rp44,98 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp35,67 miliar
Kinerja Emiten Konglomerat Jadi Motor Kenaikan IHSG
Penguatan IHSG kemarin didorong oleh kinerja impresif saham-saham milik konglomerat besar yang menjadi penopang utama indeks.
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) misalnya, melesat 24,72% ke level Rp2.220 per saham, sekaligus memberikan kontribusi 18,15 poin terhadap IHSG.
Saham Barito Pacific (BRPT) juga ikut menguat 3,5% ke Rp4.140 per saham dengan kontribusi 8,72 poin, sementara Chandra Daya Investasi (CDIA) melesat 11,5% ke Rp2.230 per saham dan menyumbang 7,04 poin terhadap indeks.
Perdagangan kemarin juga tercatat cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp28,74 triliun, melibatkan 44,56 miliar saham dalam 3,17 juta kali transaksi. Sebanyak 280 saham naik, 401 saham turun, dan 119 stagnan.
Optimisme Pasar Masih Terjaga
Kendati asing mencatat net sell tipis, pelaku pasar menilai pergerakan IHSG masih menunjukkan arus optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Faktor seperti stabilitas inflasi, penguatan sektor komoditas, dan dukungan investor domestik masih menjadi katalis utama bagi penguatan indeks.
“Minat asing terhadap saham-saham berfundamental kuat seperti CUAN, BRPT, dan BBCA menunjukkan bahwa pasar Indonesia tetap menarik dalam jangka menengah,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.
Prospek ke Depan: Potensi Konsolidasi Sehat
Seiring IHSG mencetak rekor baru, sebagian pelaku pasar memperkirakan potensi konsolidasi sehat bisa terjadi dalam beberapa sesi mendatang, seiring dengan aksi ambil untung jangka pendek.
Namun secara teknikal, level 8.000 dipandang sebagai support kuat, sementara area 8.200 menjadi target resistance berikutnya jika tren positif berlanjut.
IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Investor Asing Diam-Diam Borong Saham Konglomerat
CMI News – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru di level 8.169,28, menguat 0,36% atau naik 29,38 poin pada perdagangan Selasa (7/10/2025).
Lonjakan ini menandai posisi tertinggi sepanjang sejarah IHSG, menegaskan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik di tengah fluktuasi global.
Namun menariknya, di balik euforia rekor baru tersebut, investor asing justru melakukan penjualan bersih (net sell) mini senilai Rp89,45 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, Rp65,11 miliar di pasar reguler dan Rp24,34 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Asing Masih Selektif, Tapi Mulai Kumpulkan Saham Unggulan
Meski secara total asing masih mencatat net sell, sejumlah saham unggulan justru menjadi incaran investor global.
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), mencatat pembelian bersih terbesar dengan net foreign buy mencapai Rp275,3 miliar. Rata-rata harga beli asing berada di kisaran Rp2.076,6 per saham.
Selain CUAN, dua saham lain yang banyak dikoleksi asing adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan pembelian bersih Rp170,89 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp97,51 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing (net foreign buy) terbesar kemarin:
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp275,30 miliar
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













