Pemalang, CMI News – Dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang tengah diguncang kabar tak sedap. Kepala Sekolah SMP 5 Pemalang, berinisial (HP), dikabarkan telah dilaporkan ke Dinas Terkait atas dugaan kasus perselingkuhan dengan (RD) selaku guru BK pegawai PPPK di sekolah yang berbeda.
Laporan ini sontak menimbulkan kehebohan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dan pendidikan.
Informasi awal yang berhasil dihimpun. CMI News menyebutkan bahwa laporan dugaan perselingkuhan ini diajukan oleh (LM) selaku suami atau pihak pelapor jika informasinya akurat.
Belum jelas detail mengenai kronologi, namun bukti-bukti yang disertakan dalam laporan tersebut seperti foto-foto siur dalam chat WhatsApp.
Dinas Terkait Mulai Bergerak
Menanggapi perihal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Tenaga Pendidik Dindikbud Pemalang, Joko Priyono saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin, (26/5/2025) oleh tim media investigasi.
“untuk RD sudah berproses namun untuk Kepala Sekolah belum karena nanti yang memproses Kepala Dinas langsung,” ucap Joko
Joko juga membenarkan adanya laporan dari pihak suami RD, atas dugaan perselingkuhan tersebut baru dilaporkan ke Dindikbud Pemalang oleh suami RD pada hari Jumat, 23 Mei 2025 lalu.
“untuk RD sudah melangkah, kita laporkan juga ke pimpinan. Untuk Kepala Sekolah inisial HP belum dimintai keterangan, menurutnya menunggu pak Kadin,” ungkapnya.
“Dalam waktu dekat ini, kita panggil untuk Kepala Sekolah. Mungkin sepuluh hari kedepan,” tambahnya.
Joko menjelaskan untuk sanksi yang akan di terima belum bisa diputuskan karena masih menunggu proses pemeriksaan kedua belah pihak.
Sebelumnya, beredar isu skandal dugaan perselingkuhan yang menyeret Oknum Kepala Sekolah itu mencuat karena suami RD yang tanpa sengaja membuka isi file dalam laptop milik RD.
Disitu, LM suami RD menemukan sejumlah foto tangkapan layar percakapan (chat) dengan inisial HP, termasuk gambar-gambar seksi dan tidak pantas.
Gambar tersebut menampilkan RD hanya mengenakan bra saja. Tak hanya itu ada chat juga yang menanyakan foto tidak memakai celana dalam.
” Pulsane gak masuk Nok, Bukan masalah penting atau tidak penting nomor ini…alasane itu mas gak sempat isi dan ini kan nomor lain jdi Bokan org tahu KLO mas punya nomor baru gitu Nok., Nok foto yg gak pake c*w*t ada???”, tulis dalam chat tersebut.
“Ya bisa lah menghindari dia…
Knp km menghubungkan dg m**t**n…??
Lah km nyesel melakukan itu??? Dan km
suka sama m**t**n…??? AQ kangen pingin ngobrol sama km dan VC…”.
Itulah beberapa isi dalam chat WhatsApp yang dikirimnya sekali lihat saja oleh mereka berdua.
RD juga sudah membuat surat pernyataan pengakuan kepada suaminya, karena sang suami hendak melabrak inisial H yang diduga bermain hati.
Pihak dinas menegaskan akan menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Apabila dugaan ini terbukti benar, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai dengan kode etik dan peraturan kepegawaian yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dampak dan Respon di Lingkungan Sekolah
Kabar ini tentu saja memicu beragam reaksi terutama di lingkungan pendidikan terkejut dengan informasi yang beredar.
Beberapa pihak menyayangkan dugaan tersebut, mengingat posisi kepala sekolah sebagai figur yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa dan seluruh warga sekolah.
Kepsek Selalu Menghindar Saat di Konfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SMP 5 Pemalang (HP) belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan yang dialamatkan kepadanya, upaya pihak CMI News beberapa kali mencoba konfirmasi belum berhasil.
Pihak redaksi menilai yang bersangkutan tidak koperatif saat untuk di konfirmasi. ” Kami hanya ingin konfirmasi secara langsung, untuk menanyakan hal ini, jelas Pimpinan Redaksi CMI News.
Jika memang kabar itu tidak benar, kenapa harus menghindari wartawan. Wartawan media lain bisa ditemui dan ketemu juga bisa, kenapa pihak kami tidak ditanggapi.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh awak media
Masyarakat Pemalang, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan SMP 5 Pemalang, berharap agar kasus ini segera ditangani secara transparan dan tuntas, demi menjaga integritas dunia pendidikan.
Kita tunggu bagaimana perkembangan selanjutnya dari kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan pucuk pimpinan salah satu sekolah di Pemalang ini.
Kami mendesak dinas terkait untuk segera memperiotaskan dan menindaklanjuti hal ini, jangan berlarut-larutlah. Agar segera terjawab, dalam dugaan kasus perselingkuhan dan diberikan sanksi kepada keduanya sesuai dengan aturan yang ada. Pungkas Pimred CMI News.

















