Meski inflasi konsumen AS sempat mencatat kenaikan bulanan tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, investor justru lebih menyoroti risiko perlambatan ekonomi. Hal ini membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai (safe haven).
“Pelemahan tenaga kerja dan inflasi yang tidak stabil sudah diperhitungkan pasar. The Fed dipaksa memangkas suku bunga, sehingga harga logam mulia terdorong naik karena risiko inflasi jangka panjang,” jelas Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist RJO Futures, dikutip dari Reuters.
Faktor Lain yang Memperkuat Reli Emas
Selain kebijakan moneter, arus masuk dana ke Exchange-Traded Funds (ETF) emas semakin memperkuat tren kenaikan harga. Investor global terus menambah portofolio emas sebagai proteksi dari ketidakpastian ekonomi.













