
Beredar video di media sosial yang menunjukkan Pimpinan Jamaah Aolia di Dusun Panggang III, Giriaharjo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, telah menggelar salat Idul Fitri pada Jumat 5 Maret 2024.
Pimpinam Jamaah Aolia, Kyai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo (Mbah Benu), mengaku telah berkomunikasi atau menelpon langsung dengan Allah SWT untuk memperoleh izin melaksanakan Salat Idul Fitri lebih awal dari yang dijadwalkan secara nasional.
Mbah Benu menjelaskan bahwa dia tidak menggunakan perhitungan hisab rukyat dalam menentukan 1 Syawal, melainkan langsung menelepon Allah SWT. Dia mengklaim bahwa Allah SWT telah memberitahunya bahwa 1 Syawal jatuh pada tanggal 5 April 2024.
“Saya tidak pakai perhitungan (untuk menentukan Idul Fitri). Saya telpon langsung kepada Allah SWT, ‘Ya Allah ini sudah 29, satu syawalnya kapan?’ Allah SWT mengatakan tanggal 5 Jumat,” kata Mbah Benu.
“Lha nanti kalau disalahkan orang? Tidak apa-apa, urusanKu (Allah),” ujar Mbah Benu dengan tegas.

Perlu diketahui, tak hanya di wilayah Mbah Benu saja. Namun di beberapa wilayah Indonesia lainnya juga diselenggarakan serentak oleh jamaah Aolia, bahkan hingga di Luar negeri diantaranya Malasya, Inggris dan India.
Pada pelaksanaan Salat Ied hari ini, jamaah Masjid Aolia melakukan shalat di dua tempat, yaitu di rumah Mbah Benu dan di Masjid Aolia yang berjarak sekitar 50 meter. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 07.30 WIB dengan pengamanan yang dilakukan oleh Banser, Polri, dan TNI.
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Jauhar Mustofa menuturkan Jamaah Masjid Aolia pada dasarnya memiliki amalan atau tata cara beribadah layaknya warga Muslim pada umumnya.
Hanya saja, dalam penetapan awal Ramadhan dan 1 Syawal mereka memiliki keyakinan atau prinsip sendiri. Mereka punya dalil sendiri yang itu diyakini oleh pemimpinnya, Pak Ibnu dan pengikutnya,” kata Jauhar, menyadur Antara.
Dia juga menuturkan, Kemenag DIY tidak dapat memaksa mereka mengikuti aturan yang selama ini telah ditentukan pemerintah. Apalagi, kejadian ini bukan pertama kalinya bahwa Jamaah Aolia Idul Fitri lebih dulu, namun tahun ini jauh lebih awal.
Meskipun tahun ini agak mencolok karena bedanya sampai lima hari. Ini sangat-sangat mencolok. Kalau biasanya kan hanya (selisih) satu dua hari, tapi tahun ini memang agak mencolok sehingga memang menjadi perhatian,” tutup dia






