Meski sudah diperingatkan oleh warga untuk menjaga perkataan, salah satu pendaki mengucapkan kata-kata kasar. Akibatnya, ia jatuh ke jurang, dan tubuhnya tidak pernah ditemukan.
Kejadian ini semakin memperkuat anggapan bahwa Gunung Gajah adalah tempat yang sakral dan tidak boleh dianggap remeh.
Selain itu, terdapat kepercayaan bahwa kera-kera yang bergelantungan di sekitar Gunung Gajah merupakan jelmaan manusia yang dikutuk akibat melanggar perintah Tuhan. Keberadaan mereka dianggap sebagai penjaga kawasan tersebut.
Tidak sedikit pula yang meyakini bahwa di dalam Gua Lawa terdapat harta gaib yang tersembunyi. Namun, hingga kini, belum ada yang berhasil menemukannya, karena tidak ada yang berani memasuki gua secara mendalam akibat bau menyengat dari ribuan kelelawar.
Meskipun kisah mistisnya begitu mendominasi, Gunung Gajah tetap menjadi daya tarik wisata yang semakin populer. Berkat kerja sama antara masyarakat Desa Gongseng dan Perhutani, kawasan ini telah dikembangkan menjadi destinasi wisata yang ramah pengunjung.














