DENPASAR – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Denpasar, Bali, pada Jumat (6/12/2025). Kunjungan ini merupakan langkah proaktif dalam memantau secara langsung kondisi stok dan ketersediaan pangan menjelang periode padat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Ketua tim kunjungan, Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziah, mengungkapkan bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar, menjadi perhatian utama karena statusnya sebagai destinasi wisata global yang akan mengalami lonjakan signifikan jumlah kunjungan wisatawan selama Nataru.

“Penting bagi kami untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan dapat terpenuhi, terutama mengingat kepadatan wisatawan di Bali selama peak season ini. Persiapan yang matang dalam hal distribusi dan penyediaan kebutuhan pangan mutlak diperlukan,” ujar Ida Fauziah.

Selain memastikan ketersediaan, kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi langkah-langkah preventif terhadap inflasi yang potensial disebabkan oleh gangguan rantai pasok, kondisi cuaca ekstrem, dan risiko bencana alam.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan, termasuk RNI, ID Food, dan Bulog. Sinergi ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Ida Fauziah menambahkan bahwa laporan dari BUMN pangan menunjukkan hasil yang optimistis. “Menurut laporan dari Bulog dan ID Food hingga saat ini, ketersediaan pangan di Denpasar terjaga dengan baik dan harga-harga tetap stabil. Kami optimistis dengan program-program yang sudah dilaksanakan,” katanya.

Program yang disoroti antara lain Substansi Penanganan Hasil Sektor Pangan (SPHS) dan program PASAK, yang diyakini efektif dalam pengendalian inflasi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak dan lonjakan harga yang mendadak, Komisi VI memastikan bahwa pasar murah akan disiapkan dan diaktifkan. Inisiatif ini berfungsi sebagai buffer untuk menjaga harga komoditas strategis tetap stabil dan terjangkau.

“Harapan kami adalah harga tetap terjaga dan tidak memberatkan masyarakat, terutama di momen penting seperti Nataru,” tegas Politisi Fraksi PKB tersebut.

Lebih lanjut, pihak ID Food dan Bulog menjamin bahwa jaringan cabang mereka di berbagai wilayah telah siap siaga untuk memastikan kelancaran distribusi. “BUMN berperan penting dalam menjaga harga dan memastikan ketersediaan di berbagai daerah. Kepastian harga ini sangat penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat selama periode liburan,” tutup Ida Fauziah.

Secara keseluruhan, Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya kolaborasi multisektoral antara lembaga pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan bersama: ketersediaan pangan yang aman dan harga yang stabil bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang merayakan Nataru di Bali.