Para wartawan pun dengan kompaknya menjawab ajakan Kepala DLH Pemalang. Para wartawan pun langsung kompak menjawab, Siap!!!!. Ucap Wiji “Nah gitu dong”.
Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua masyarakat tidak boleh membuang sampah sembarangan. Kelola sampah di masing-masing kepala Desa. Sehingga jika sampah surah dikelola di desa tidak ada TPA, pesan Wiji.
Harapannya, kita dukung bareng-bareng ayo bapak ibu sekalian. Sampah berhenti di Desa artinya harus ada KSM, SDM, dan sarana prasarana dukungan itu ada dana desa (DD), CSR, dan sebagainya.
Bagaimana Desa mengkomunikasikan, menginovasikan terkait kegiatan-kegiatan yang ada di desanya. Saya pikir pak camat jugalah, yang punya wilayah kemudian kepala desa kalau semua bergerak selesai nantinya orang akan malu membuang sampah sembarangan.
Adapun beberapa kegiatan juga dilakukan seperti menata kawasan lingkungan dengan menanam pohon di pinggir jalan, yang bertujuan agar tidak ada erosi. Kalau tidak ditanami pohon, semuanya tergerus oleh erosi apalagi yang dekat dengan persawahan, dapat menyebabkan sawah tersebut nambah melebar kejalan.















