Pada 10 Oktober 2025, mahasiswa Program Belajar Lapangan (PBL) Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKIK Universitas Jambi melaksanakan intervensi edukasi kesehatan di MIN 2 Muaro Jambi Desa Tarikan. Intervensi ini mencakup empat topik utama, yaitu Pencegahan Bullying, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengelolaan Sampah, serta Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa, guru, dan pihak sekolah.
Acara dimulai dengan sambutan dari ketua kelompok PBL yang menjelaskan tujuan utama kegiatan, yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap kesehatan diri, kesehatan lingkungan, serta perilaku sosial yang baik di sekolah. Ketua kelompok juga menekankan bahwa bullying merupakan salah satu masalah serius di lingkungan pendidikan dan perlu dicegah sejak dini.
Selanjutnya, guru perwakilan dari MIN 2 Muaro Jambi memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa PBL IKM UNJA yang telah mengadakan kegiatan edukatif yang sangat relevan dengan kebutuhan siswa. Menurutnya, pembinaan perilaku hidup bersih, pemahaman tentang bullying, serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang sehat dan peduli. Sambutan ditutup oleh Kepala Sekolah (Kepsek) yang juga memberikan ungkapan terima kasih serta harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut pada masa berikutnya.
Memasuki sesi inti, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bullying, meliputi pengertian, jenis-jenis bullying, dampak bagi korban, serta cara mencegah dan melapor jika terjadi perundungan di sekolah. Penyampaian dilakukan dengan metode cerita, contoh situasi, dan diskusi ringan sehingga mudah dipahami para siswa. Anak-anak tampak aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman.
Materi kedua mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disampaikan dengan penjelasan mengenai pentingnya sarapan, menjaga kebersihan diri, menggosok gigi dua kali sehari, olahraga, serta menjaga lingkungan rumah dan sekolah tetap bersih. Suasana kelas semakin ceria ketika mahasiswa memberikan contoh langsung cara mencuci tangan dan kebiasaan sehat lainnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah, dimana siswa diperkenalkan cara memilah sampah organik dan anorganik, pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. Mahasiswa menggunakan alat peraga sederhana agar siswa lebih mudah memahami konsep pengelolaan sampah yang benar.
Bagian terakhir adalah demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) menggunakan metode tujuh langkah. Siswa mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat, sambil sesekali berinteraksi dan bertanya mengenai waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet.
Selama kegiatan berlangsung, terlihat jelas bahwa siswa sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi, dan turut serta dalam diskusi ringan yang dipandu mahasiswa PBL.
Kepala sekolah dan para guru berharap edukasi ini dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menerapkan perilaku positif di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, yang menandai berakhirnya kegiatan penyuluhan dan sekaligus sebagai simbol kerja sama antara pihak sekolah dan mahasiswa PBL IKM UNJA.

















