Jejak Uang: Ke Mana Larinya Rp 237 Miliar ?
Bagian paling krusial dari pengakuan pasca pemeriksaan ini adalah rincian aliran dana. Widi mengaku baru mengetahui “belakangan” mengenai besarnya total uang yang berputar.
Dari total nilai transaksi penjualan tanah yang mencapai angka fantastis Rp 237 miliar, aliran dananya terpecah ke dua arah strategis:
Sebanyak Rp 48 miliar mengalir ke institusi Kodam IV/Diponegoro, Sebanyak Rp 18,5 miliar masuk ke kantong Gus Yazid.
“Itulah yang ditanyakan oleh pemeriksa, dan saya sampaikan apa adanya sesuai pengetahuan saya,”_ tegas Widi, mengisyaratkan bahwa transparansi adalah strategi pertahanannya hari itu.
Konteks kehadiran Letjen Widi di pusaran kasus ini tidak bisa dilepaskan dari rekam jejaknya. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Diponegoro selama satu tahun sembilan bulan. Ia mengenal teritori ini, ia mengenal para pemainnya.













