Langkah Dedi mendatangi BI secara langsung dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah. Ia menegaskan tidak ada praktik penyimpanan dana APBD di deposito untuk mengambil bunga, sebagaimana isu yang sempat berkembang.
“Saya datang ke BI bukan untuk membantah, tapi memastikan data yang beredar itu benar dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Kehadiran Dedi ke BI bahkan sempat menarik perhatian publik, karena ia datang dengan menumpang sepeda motor agar bisa tiba tepat waktu.
Isu Dana Mengendap, Cermin Tantangan Sinkronisasi Data Fiskal
Kasus ini menyoroti tantangan klasik dalam pengelolaan fiskal daerah, yaitu sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah. Ketidaksesuaian waktu pelaporan dan perbedaan kategori dana (giro vs deposito BLUD) sering kali menimbulkan persepsi bahwa daerah “menimbun” dana publik.













