Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Pemalang

Dari Leluhur untuk Masa Depan: Gotong Royong dan Misi RHA Bupati Anom di Pemalang

×

Dari Leluhur untuk Masa Depan: Gotong Royong dan Misi RHA Bupati Anom di Pemalang

Sebarkan artikel ini
Dari Leluhur untuk Masa Depan: Gotong Royong dan Misi RHA Bupati Anom di Pemalang
Dari Leluhur untuk Masa Depan: Gotong Royong dan Misi RHA Bupati Anom di Pemalang

PEMALANG – Di bawah kepemimpinan Bupati Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes, Kabupaten Pemalang tengah merajut harapan baru. Sebuah visi sederhana namun mendalam, terangkum dalam misi RHA โ€“ Resik, Hijau, dan Apik โ€“ dicanangkan untuk mentransformasi wajah kabupaten. Menariknya, fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita ini bukanlah anggaran besar, melainkan sebuah warisan budaya luhur yang telah mengakar kuat dalam sanubari masyarakat: gotong royong.

Dalam rapat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Bupati Anom dengan lugas menyampaikan esensi dari misi RHA. Baginya, menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata rapi tidak memerlukan gelontoran dana fantastis. Kuncinya terletak pada kebersamaan, semangat guyub rukun yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa.

“Dalam rangka menciptakan wajah baru di Kabupaten Pemalang resik, hijau dan apik sebenarnya ini hal yang sederhana karena tidak memerlukan biaya besar, tapi hanya memerlukan kebersamaan yang menjadi warisan nenek moyang kita guyub rukun, gotong royong bersama-sama,” ungkap Bupati Anom pada Rabu (14/5/2025), seolah mengingatkan kembali akan kekuatan kolektif yang dimiliki Pemalang.

Lebih dari sekadar retorika, Bupati Anom memiliki harapan besar agar nilai-nilai luhur dari para leluhur ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, dalam setiap pekerjaan, hingga ke dalam roda pemerintahan Kabupaten Pemalang. Sebuah upaya untuk menghidupkan kembali kearifan lokal sebagai landasan pembangunan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui dinas terkait berencana menggelar lomba RHAPSODI Awards. Inisiatif ini diharapkan mampu memantik partisipasi aktif masyarakat dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kebersihan dan keindahan Kabupaten Pemalang. “Ke depan mestinya kita sudah akan menyampaikan lomba Rhapsodi Award melalui Dinpermasdes, dan ini menjadi awal yang baik untuk kita menuju kepada wajah kabupaten yang lebih bersih dan lebih baik,” imbuh Bupati Anom dengan optimisme.

Visi RHA Bupati Anom bahkan merambah hingga ke ranah pendidikan. Beliau menekankan pentingnya menanamkan kesadaran akan kebersihan dan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Pendidikan ekologi bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dianggap krusial untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya. “Ini juga bisa kita tularkan untuk selalu resik, hijau dan apik. Jadi sekolah-sekolah ini malah yang paling penting adalah anak-anak SD, karena pendidikan, kemarin saya sebut sebagai pendidikan ekologi kalau tidak dimulai dari dini, kapan anak-anak ini akan bisa tertib buang sampah, kapan anak-anak ini peduli terhadap lingkungannya, terhadap penghijauannya,” pesan beliau dengan penuh harap.

Gayung bersambut, Sekretaris Daerah (Sekda) Heriyanto melaporkan respons positif dari jajaran birokrasi pemerintah daerah terhadap implementasi misi RHA melalui Instruksi Bupati Nomor: 100.3.4.2/2/2025 tentang Gerakan Jumat Bersih. Kerja bakti di lingkungan kantor dan fasilitas umum menjadi agenda rutin setiap hari Jumat. “Nampaknya Jumat besok juga sudah apa namanya di respon semuanya baik itu di grup-grup, di grup OPD maupun di grup-grup yang lain, ini setiap hari Jumat melaksanakan gerakan Jumat Bersih,” ujar Sekda.

Di tingkat kecamatan, semangat RHA juga menggema. Para camat tidak hanya menggerakkan Jumat Bersih bersama desa dan kelurahan, tetapi juga berkoordinasi dengan Forkopimcam untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Penataan dan penghijauan lingkungan kecamatan melalui tamanisasi dan penanaman pohon menjadi wujud nyata komitmen di tingkat akar rumput. Selain itu, para camat juga aktif memfasilitasi aduan masyarakat dan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), menunjukkan bahwa misi RHA tidak hanya terbatas pada aspek fisik lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan.

Langkah Bupati Anom Widiyantoro dalam mengedepankan gotong royong sebagai modal utama mewujudkan misi RHA patut diapresiasi. Beliau tidak hanya melihat warisan budaya ini sebagai romantisme masa lalu, tetapi sebagai kekuatan riil yang mampu menggerakkan perubahan positif. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta penanaman nilai-nilai RHA sejak dini, harapan akan wajah baru Pemalang yang Resik, Hijau, dan Apik bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah tujuan yang semakin mendekat untuk diwujudkan bersama.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights