PEMALANG – Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif, A. Hub. Int., hadir langsung mendampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kemeriahan Karnaval Kirab Gunungan Hasil Bumi. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang tahun 2026, Minggu (25/1/2026).

Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Pemalang ini mengusung tema besar “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera”. Sebanyak kurang lebih 3.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah mengikuti kirab yang menjadi simbol kemakmuran dan persatuan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., menegaskan bahwa Kirab Gunungan Hasil Bumi bukan sekadar seremonial tahunan.

“Karnaval ini adalah simbol rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi. Ini juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan kita terhadap budaya lokal serta NKRI,” ujar Bupati.

Selain merayakan sukacita, Bupati juga menyampaikan rasa empati dan komitmen pemerintah terhadap warga yang terdampak musibah di wilayah Pemalang, memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan berkelanjutan.

Kehadiran Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif bersama Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menunjukkan soliditas TNI-Polri dalam mengawal stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.

Rangkaian acara berlangsung khidmat namun meriah, dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pertunjukan seni tari khas Pemalang, hingga prosesi pelepasan Kirab Gunungan. Salah satu momen yang paling dinantikan warga adalah sesi “Dahar Sareng” (makan bersama), di mana para pimpinan daerah duduk melingkar menyatu dengan masyarakat untuk menikmati hidangan lokal.

Arak-arakan kirab dimulai dari depan GOR Kridanggo, melintasi jantung kota di Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan City Walk, hingga berakhir di Djogja Mall Pemalang. Berbagai elemen turut memeriahkan barisan, di antaranya: Paskibraka Kabupaten Pemalang, Laskar Benowo dan Marching Band pelajar, Kirab Sepeda Ontel dan Barisan Merah Putih, dan Gunungan Hasil Bumi dari berbagai OPD dan BUMD.

Acara ditutup dengan prosesi penyerahan hasil bumi secara simbolis oleh jajaran Forkopimda kepada masyarakat. Hal ini menggambarkan filosofi bahwa kemakmuran yang didapat dari bumi Pemalang harus kembali dirasakan dan dinikmati oleh seluruh warga secara merata.

Dengan usia yang kini mencapai 451 tahun, Kabupaten Pemalang diharapkan terus melangkah maju dengan semangat optimisme untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.