“Masih banyak jalan kabupaten yang rusak parah, seperti Watukumpul, Belik–Wisnu, hingga Jatingarang. Itu jalur penting bagi masyarakat desa. Tapi malah yang diperbaiki wajah kota,” tulis seorang pengguna media sosial dalam komentar yang ramai dibagikan.
Keresahan juga mengarah pada ketimpangan pembangunan. Banyak warga menilai proyek city walk hanya bentuk pemolesan visual kota yang belum mendesak, sementara permasalahan krusial seperti rob di Pantura dan jalan rusak di pelosok masih terbengkalai.










