
Pemalang – Proyek pembangunan city walk di Jalan Jenderal jendral sudirman Kabupaten Pemalang, dengan anggaran fantastis sebesar Rp17,2 miliar memantik gelombang kritik tajam dari publik. Pengerjaan yang dimulai sejak Senin (5/8) ini dinilai tidak mencerminkan kepekaan pemerintah terhadap kondisi infrastruktur dasar di berbagai wilayah kabupaten yang justru lebih membutuhkan perhatian.
Kritik deras muncul di media sosial. Warganet mempertanyakan prioritas anggaran yang dianggap janggal dan tidak berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya perbaikan jalan di kawasan pedesaan dan akses vital ekonomi.
“Masih banyak jalan kabupaten yang rusak parah, seperti Watukumpul, Belik–Wisnu, hingga Jatingarang. Itu jalur penting bagi masyarakat desa. Tapi malah yang diperbaiki wajah kota,” tulis seorang pengguna media sosial dalam komentar yang ramai dibagikan.
Keresahan juga mengarah pada ketimpangan pembangunan. Banyak warga menilai proyek city walk hanya bentuk pemolesan visual kota yang belum mendesak, sementara permasalahan krusial seperti rob di Pantura dan jalan rusak di pelosok masih terbengkalai.
“Jalan Kabupaten yang ada di desa pengaspalannya cuma Rp200 juta, cukup buat 200 meter. Tapi city walk bisa Rp17 miliar? Ini bukan sekadar angka, ini soal keadilan anggaran,” ujar warganet lainnya, menyindir bahwa proyek kebijakan yang tidak berpijak pada kebutuhan rakyat.

Sejak tahap perencanaan, proyek ini sudah menuai penolakan. Namun, Pemkab Pemalang tetap melanjutkannya tanpa dialog terbuka dengan publik. Hal ini memicu kecurigaan soal transparansi dan arah kebijakan pembangunan daerah yang mulai dipertanyakan masyarakat secara luas.






