
CMI. Pemalang – Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, menunjukkan empati mendalam setelah membaca berita di media mengenai anak-anak yang putus sekolah. Karena orang tua tak mampu bayar seragam seharga 760 ribu rupiah di SMA N 3 Pemalang. [ez-toc]Dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan pada Rabu sore, Bupati Mansur berjanji untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang menghadapi kesulitan melanjutkan pendidikan mereka.
“Berapa orang? Tolong sampaikan kepada anaknya. Nanti saya yang bantu, jangan sampai putus sekolah. Bilang ke orang tua dan anaknya,” kata Bupati Mansur. Pada (7/8/2024) sore melalui pesan What’s App
Senada disampaikan Direktur PDAM Pemalang, Slamet Efendi, (SE) turut menyampaikan keprihatinannya dan menawarkan bantuan serupa. “Tak asuh aku, mas. Aku biayai kalau benar anaknya orang tidak mampu lanjutkan sekolah. Saya yang biayai,” ujarnya.
Sementara itu Sekda Pemalang Heriyanto menyayangkan kejadian tersebut,” Sangat disayangkan kejadian tersebut coba nanti saya konfirmasikan ke Kepala sekolahnya,” ucap Sekda
Kejadian ini menimpa seorang anak di Pemalang yang terancam putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar seragam sekolah. Hj, anak dari Solihin, seorang tukang ojek online (ojol), merasa pasrah dengan ketidakmampuan finansial untuk membiayai anaknya bersekolah ke jenjang SMA.

Perlu diketahui bahwa orang tua HJ telah menandatangani surat pengunduran diri yang di terbitkan oleh pihak sekolah di tempat kerja orang tua siswa (ibu dari HJ)
Bupati, Sekda dan Direktur PDAM Pemalang berharap dengan bantuan ini, anak-anak di Pemalang dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi mereka.








