Menurutnya, ini bukan hanya sebuah seremoni tapi ini adalah sebuah bentuk penghargaan kepada para sesepuh dan pengambil kebijakan-kebijakan yang telah mendahului kita di bidang pembinaan masyarakat khususnya di bidang keagamaan.
“Ini merupakan sebuah perjalanan bangsa yang tidak bisa ditinggalkan dan bentuk dari bersatunya antara pemerintah bersama para ulama dalam membangun masyarakat kedepan,” ucapnya.
Kepada seluruh peserta, Anom berpesan agar semangat bersilaturahmi, persaudaraan dan niat bersama-sama untuk menjaga ukhuwah beribadah menjadikan sebagai ladang dakwah dan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Sebelumnya, Kabag Kesra Kholimin menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kegiatan Muhadharah MQK dan Hadroh Hari Santri adalah sebagai ajang lomba musabaqoh, kemampuan santri pondok pesantren dalam bidang muhadharoh, membaca, memahami dan mengungkapkan kitab kuning secara komprehensif serta melestarikan seni dan budaya islam.
Dilaporkan oleh Kholimin, peserta yang mengikuti sebanyak 375 orang yang terbagi dalam 5 kategori yaitu, lomba hadroh di Pendopo Kabupaten Pemalang, muhadharoh putra di Aula BKD Pemalang, muhadharoh putri di Gedung Sasana Bakti Praja Pemalang, MQK putra di Mushola Pemkab Pemalang dan MQK putri di ruang rapat Setda Kabupaten Pemalang.














