Fenomena atmosfer seperti Monsun Asia, Madden Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin dan Rossby Equator diprediksi turut memperkuat hujan ekstrem selama Nataru.
Selain itu, BMKG mencatat potensi pembentukan bibit siklon tropis di selatan Indonesia, fenomena yang sebelumnya jarang terjadi di dekat ekuator.
Contohnya, Siklon Senyar, yang pernah menimbulkan hujan ekstrem hingga 380 mm dalam sehari di Selat Malaka.
Tahun ini, wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa-Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Selatan dan Tengah.













