Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Kesehatan

Bikin Jijik! Pelanggan Temukan Ulat di Menu MBG

×

Bikin Jijik! Pelanggan Temukan Ulat di Menu MBG

Sebarkan artikel ini
Bikin Jijik! Pelanggan Temukan Ulat di Menu MBG
Bikin Jijik! Pelanggan Temukan Ulat di Menu MBG

Semarang, CMI News — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi andalan Pemerintah Kota Semarang, mendadak viral di media sosial. Bukan karena menu spesial atau antusiasme siswa, melainkan karena penemuan ulat buah di dalam salah satu porsi makanan yang dibagikan di SMP Negeri 1 Semarang.

Video berdurasi 20 detik yang beredar luas memperlihatkan sebuah wadah stainless steel berisi nasi putih, lele goreng, oseng kentang tempe, sayur sawi putih, dan… tiga ekor ulat hidup yang bergeliat di antara makanan. Jelas saja, temuan itu langsung membuat geger dunia maya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hanya Satu Wadah, Tapi Cukup Bikin Heboh

Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa ulat tersebut diduga berasal dari buah salak yang ikut disajikan dalam menu hari itu.

“Kalau ulat dari sayur tidak mungkin karena sudah dimasak dan mati. Kemungkinan salaknya terlihat bagus dari luar, tapi ternyata busuk di dalam. Itu pun hanya ditemukan di satu ompreng (wadah makan),” ujar Siminto, Kamis (17/4/2025).

Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Rabu (16/4) dan langsung dilaporkan ke pengelola katering, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prima Raja Sari Resto.

Langsung Ditindaklanjuti, Salak Dihapus dari Menu

Setelah laporan diterima, pihak katering langsung mengganti menu dan berjanji lebih ketat dalam proses sortir bahan makanan. Bahkan, mereka kapok menyertakan buah salak dalam menu MBG ke depannya.

“Kami akui kecolongan. Semua sudah disortir, tapi ada satu buah yang lolos. Ini jadi catatan penting bagi kami,” ucap Amin Wasono, Direktur Utama Prima Raja Sari Resto.

Amin juga membantah narasi di video yang menyebut ulat tersebut sebagai belatung. Menurutnya, itu murni ulat buah, bukan berasal dari proses pembusukan lauk.

“Kami akan evaluasi. Menu-menu yang berisiko akan kami hindari. Jangan sampai terulang lagi,” tambahnya.

MBG Tetap Jalan, tapi Waspada Naik

Program MBG sendiri sudah berjalan di SMPN 1 Semarang sejak 24 Februari 2025, dan selama ini dinilai cukup lancar. Para siswa menyambut program ini dengan antusias karena mereka bisa menikmati makanan sehat tanpa mengeluarkan uang.

Namun, setelah kejadian ini, masyarakat berharap pengawasan terhadap bahan makanan bisa lebih ketat. Karena satu ulat saja, bisa bikin citra program bagus ini jadi buruk di mata publik.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights