
Banyuwangi CMInews.com Pemerintah dalam rangka pemberdayaan,pemerataan serta pengurangan angka pengangguran melalui akademi penerbangan indonesia (api) mengadakan suatu program pelatihan tenaga kerja teknik las listrik yang beralamat di desa blimbing sari,kecamatan blimbing sari,kabupaten Banyuwangi.
program kegiatan pelaksanaan pelatihan yang di ikuti sekitar 75 ( Tujuh puluh lima ) peserta berasal dari beberapa kecamatan banyuwangi,tujuan Pelatihan tersebut sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pemuda di usia produktif.
Namun kegiatan yang didanai oleh APBN tersebut kuat diduga adanya sebuah permainan dalam perihal keuangan yang mana adanya pengaduan dari para peserta karena uang saku rp 75.000/hari selama 5 hari belum diberikan oleh pihak penyelenggara.
Dari salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mengadukan bahwa uang sakunya belum juga diberi padahal kegiatan sudah selesai dilaksanakan.


Senin 11-11-2024 saat team media CMInews.com,ketua ormas laskar cemeti dan ketua ormas laskar tawang alun menemui salah satu guru pengajar jonatan dan binsar guna mengklarifikasi pengaduan yang ada mengatakan bahwa ” kalau saya sesuai tupoksi saya bapak yang mana sebagai pelatih/pengajar,untuk berkas-berkas yang menjadi tanggung jawab saya itupun sudah saya lengkapi untuk yang kurang juga sudah saya selesaikan,mengenai pemberian uang saku itu bukan rana saya pak itu adalah rana/kewenangan dari bagian keuangan ” terang bisnsar.
Tak berselang lama team dipanggil oleh kabag academy penerbangan indonesia ( API ) yang diwakili oleh adit selaku humas API memberikan penjelasan lanjutan benar adanya jika uang saku peserta masih belum diberikan karena adanya kekurangan dalam berkas-berkas juga adanya beberapa peserta yang salah memberikan nomer rekening saat diminta.ungkap adit
Dari keterangan yang didapat team saat bertemu pihak perwakilan API ternyata masih adanya perbedaan keterangan yang diberikan oleh para peserta terutama perihal nomer rekening yang dikatakan humas API katanya ada yang salah padahal para peserta sudah memberikan nomer rekening yang sesuai.
Menurut ketua ormas laskar tawang alun cabang banyuwangi wahyu wijaya juga selaku pimpinan umum media milik-rakyat.com yang ikut dalam klarifikasi tersebut memberikan tanggapan ” ini kan kegiatan yang didanai oleh negara yang mana menggunakan dana dari APBN,kenapa perihal uang saku yang menjadi hak para peserta masih belum diberikan sampai kegiatan itu selesai,jika hanya perihal rekening yang salah ataupun berkas – berkas yang tidak lengkap seharusnya pihak API memberikan edukasi kepada para peserta juga memberikan estimasi supaya tidak adanya isu miring atau juga asumsi yang tidak baik diluaran,jadi dengan adanya peritiwa seperti ini patut donk kalau adanya dugaan akan dimanipulasi dana saku tersebut.tegas wahyu
Ditambah oleh anas selaku ketua laskar cemeti bahwasannya ini kan sudah ada SOP nya yang mana SOP tersebut tidak boleh dilanggar,mana mungkin kegiatan sudah dilakukan uang saku belum diberikan itupun para peserta tidak mengetahui kapan kepastiannya dan kenapa juga uang akan diberikan dalam waktu 1 – 2 hari kedepan disaat kita klarifikasi,ada apa sebenarnya sedangkan dana kan sudah ada.imbuh anas
Dari temuan dan pengaduan yang ada ini maka kita team gabungan media dan ormas ( gamoras ) akan tetap kawal masalah ini sampai para peserta menerima uang saku yang mana itu adalah hak dari mereka,jika memang dugaan itu kuat akan adanya sebuah manipulasi keuangan uang saku tersebut maka kita akan naikkan masalah ini perlu kita up sampai pusat. (Red/Team )
BERSAMBUNG………






